Sejarah Desa Tanjung Laong
Dahulu kala di kampung Tanjung Laong dijabat oleh Arsya yang diberi
gelar Arsya Muda oleh Sultan, pada tahun 1958 Arsya Muda diganti gelar dengan
sebutan Arsya Jaya. Pada tahun itu pula kampung Tanjung Laong atas perintah
Sultan disuruh membuka lahan pertanian dan perkebunan, maka dipilihlah tanah di
sungai Bangun Saka Telu (Beloan) dengan nama Kelompok Tani Kuala Bangun.
Setelah Arsya Jaya meninggal maka diangkatlah tokoh masyarakat bernama Mahidin
sebagai Petinggi pada tahun 1960. setelah petinggi Mahidin diangkatlah petinggi
Salman bin Linau, belum selesai masa jabatan petinggi yang dijabat oleh Salman
bin Linau beliau meninggal dunia. Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut
maka ditunjuklah Naif Kadri sebagai Pelaksana Tugas Petinggi hingga jabatan
Petinggi Depinitif oleh Hamran (Boyen). Pada masa pemerintahan yang di jabat
oleh Hamran inipun tidak bertahan samapai akhir jabatan beliau meninggal, maka
ditunjuklah Pelaksanaan tugas yaitu Sekretaris Syakrani (Jongkoi). Pada masa
tugas PLT inipun tidak berselang lama Syakrani meninggal meninggal dan
ditunjuklah Kepala Dusun Saka Telu (Beloan) atas nama Syabran bin Gadik.
Setelah petinggi Syabran, Petinggi selanjutnya adalah Arifin Noor Asan setelah
lima tahun masa jabatan karena meninggal dan ditunjuklah Pelaksana Tugas Dwi
Purwanto sampai Depinitif terpilih Jumatil Fajri (Atil). Pada masa Petinggi
Jumatil hanya bertahan sekitar tiga bulan beliau meninggal dan ditunjuklah
Pelaksana Tugas dari Kecamatan atas nama Murki Aflus sampai Depinitif terpilih atas nama Jumran, S.E. Setelah
selesai masa Jabatan beliau ditunjuk Pelaksana Tugas dari Kecamatan atas nama
Abd Fattah, S.IP sampai Petinggi terpilih Dedi Setiawan tahun 2017-2023.
Asal usul nama Kampung Tanjung Laong dahulu
dikarenakan Kampung Tanjung ini memiliki banyak orang-orang tua yang
menggunakan Laong atau lingkaran topi seraung sehingga dibuatlah nama Tanjung
Laong tersebut. Dan untuk nama-nama kepala adat kampung Tanjun Laong dari tahun
ke tahun yang pertama yaitu Iskandar, yang kedua Ilham, yang ketiga Asran, yang
keempat Imansyah dan yang terakhir hingga saat ini ialah Masri.
.jpg)

0 Komentar